Artikel Tips dan Trik

Cara Membangun Startup dan Tips untuk Mengembangkan Startup

Cara Membangun Startup dan Tips untuk Mengembangkan Startup

Merintis sebuah startup adalah perkara mudah. Siapa saja bisa mulai membangun startup digital. Akan tetapi, hal yang sulit adalah menjaga startup itu terus berkembang. Bisa dibilang berkembang adalah kunci agar bisnis startup kita bisa bertahan dan terus eksis. Namun, mengembangkan startup memiliki tantangan yang sedikit berbeda dengan bisnis pada umumnya.

Artikel ini akan membahas secara lengkap cara membangun startup dan cara-cara mengembangkannya. Kedua topik ini sangat penting bagi siapa saja yang berminat untuk memulai startup.

Baca Juga: 4 aplikasi yang perlu digunakan oleh setiap pebisnis dan pendiri startup

Cara Membangun Startup Digital

Seperti yang dikatakan sebelumnya, membangun startup adalah perkara mudah. Meski begitu, bukan berarti hal itu bisa dilakukan asal-asalan. Ketika Anda memiliki pondasi yang kuat ketika membangun startup, ada kemungkinan besar startup yang Anda dibuat dapat bertahan lama.

Maka dari itu, di bawah ini Anda akan menemukan kiat-kiat singkat membangun startup.

1. Temukan ide bisnis

Menurut Neil Blumenthal, startup adalah perusahaan yang memiliki visi untuk menyelesaikan masalah sosial. Maka dari itu, sudah jelas kalau inovasi adalah hal yang tak bisa dipisahkan dari jenis perusahaan ini.

Jika benar Anda ingin membangun sebuah startup, pastikan ide bisnis yang Anda punya memiliki potensi untuk menyelesaikan masalah sosial. Maka dari itu, coba mulai cari ide dari lingkungan sekitar Anda. Perhatikan hal apa yang sering kali menganggu masyarakat sekitar. Dari sana coba Anda telisik dan cari beberapa kemungkinan solusinya.

Dengan visi bisnis semacam ini, ada kemungkinan besar startup Anda bisa bertahan lama. Sebab, orang-orang membutuhkan solusi terhadap masalah yang ada.

2. Buat rencana bisnis

Business plan adalah hal wajib yang harus Anda miliki sebelum memulai membangun startup. Rencana bisnis membuat strategi pemasaran menjadi lebih konkret. Begitu pula dengan rencana jangka panjang dan target capaian.

Namun selain memuat hal-hal yang sifatnya rencana, business plan memiliki manfaat yang lebih praktis. Dokumen ini bisa mempermudah Anda untuk mendapatkan pinjaman dana dan sokongan investasi. Hal ini karena rencana bisnis yang Anda buat bisa menunjukkan seberapa prospek sebuah startup.

3. Cari sumber dana

Meski startup tergolong sebagai bisnis yang idealis, bukan berarti dana tidak penting. Bisnis tetaplah bisnis. Anda membutuhkan uang untuk memberi penghargaan ke orang-orang yang bekerja di bawah Anda, membayar kebutuhan bulanan, serta berinovasi untuk mengembangkan bisnis.

Umumnya, ada enam sumber dana yang dapat Anda pakai untuk membiayai startup. Keenam sumber dana tersebut, yaitu simpanan pribadi dan kredit, dana teman dan keluarga, pendanaan perusahaan, investasi personal, bank, dan crowdfunding.

4. Temukan orang yang ‘sepemikiran’

Di masa awal Anda membangun startup, dengan siapa Anda berdiskusi menjadi hal krusial dalam proses ke depannya. Orang-orang yang memiliki visi serupa akan banyak membantu Anda di proses awal ini.

Mereka tak harus menjadi orang yang selalu setuju dengan semua yang Anda pikirkan. Sepemikiran di sini berarti orang-orang itu memiliki visi yang sama untuk membangun startup dan mampu untuk ikut berkontribusi bagi masyarakat. Oleh karena itu, mereka bisa saja memiliki pendekatan dan insight yang berbeda. Hal inilah yang harus Anda syukuri karena mereka bisa menyumbang ide dan inovasi untuk memperbaiki startup.

Di masa awal terbentuknya startup, jangan lupa untuk berdiskusi dengan pengacara, akuntan, dan penasihat finansial. Ketiga orang ini akan sangat membantu Anda menetapkan pondasi kuat untuk bisnis ke depan.

Baru setelah itu, rekrut orang-orang yang kreatif dan memiliki passion untuk ikut mengembangkan bisnis digital Anda.

5. Bangun keberadaan offline dan online

Ketika startup sudah terbangun, tentunya Anda menginginkan usaha Anda eksis dan diketahui banyak orang. Maka itulah, membangun keberadaan offline dan online menjadi suatu hal yang teramat esensial.

Untuk keberadaan offline, sudah pasti Anda membutuhkan kantor. Desainlah kantor yang nyaman untuk semua talent Anda. Sediakan berbagai fasilitas yang mendukung kebutuhan kerja. Jika Anda memiliki budget berlebih, menyediakan fasilitas hiburan juga bisa membantu mengusir kejenuhan saat bekerja.

Untuk keberadaan online ─ akan lebih banyak dibahas di bagian Tips Mengembangkan Startup. Tetapi intinya, jangan lupa untuk memiliki website dan terus aktif di beberapa channel media sosial.

6. Jaga hubungan dengan konsumen

Pengusaha baru biasanya sibuk menjaring konsumen baru. Terkadang mereka lupa bahwa penting juga  mempertahankan konsumen hingga menjadi loyal. Karena faktanya, upaya promosi untuk pelanggan baru lebih besar modalnya dibandingkan menjadi konsumen itu loyal.

Maka dari itu, jangan lupakan memasukkan loyalty card atau sistem poin ke sistem perusahaan Anda. Siapkan juga inovasi-inovasi baru agar pelanggan Anda terus kembali menggunakan produk atau jasa Anda. Sisanya, baca artikel ini untuk mendapatkan insight soal strategi marketing.

7. Jangan menyerah

Tips satu ini terdengar klise. Ya, kami paham. Tapi, Anda akan sangat membutuhkannya di masa depan.

Bisnis bukanlah matematika. Bisnis memang sering kali berhubungan dengan angka. Tapi, tak ada rumus pasti yang menjamin bisnis bisa sukses. Menggelontorkan dana dalam jumlah banyak juga takkan menjamin Anda bisa menggandakan keuntungan.

Maka dari itu anggaplah bisnis sebagai seni. Kadang insting, intuisi, dan emosi juga memegang peranan penting dalam mempertahankan bisnis. Kadang bisnis bisa maju pesat, stagnan, dan melemah. Kalau sudah begitu ingat mantranya: jangan menyerah.

Cara mengembangkan Startup dapat anda baca:3 cara mengembangkan startup